0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Ushul Fiqih Mazhab Syafi’i – Teuku Khairul Fazli, Lc.

Ushul Fiqih Mazhab Syafi’i Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Ushul Fiqih yang menarik dan buku yang banyak di cari. Kata ushul fiqh adalah kata ganda yang terdiri dari kata “ushul” dan kata “fiqh”. Secara etimologi berarti “paham yang mendalam” kata ini muncul sebanyak 20 kali dalam Al-qur’an dengan arti pahan itu.

Segala puji benar-benar hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya. Memohon-mohon pertolongan padaNya. Meminta petunjuk-Nya. Mengharapkan ampunan-Nya. Kita berlindung dengan-Nya dari segala keburukan diri kita dan dari kemaksiatan amal-amal kita. Siapa yang mendapatkan petunjukNya, tidak akan ada yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan-Nya, tidak akan ada yang mampu menunjukinya. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada sang penyampai syariat, nabi besar Muhammad. Begitu juga kepada para keluarga, shahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Wa ba’du.

Dari shahabat Muâz bin Jabal, sesungguhnya Rasulullah saw. ketika mengutus Mu’âdz ke Yaman bersabda : “Bagaimana engkau akan menghukum apabila datang kepadamu satu perkara ?”. Ia (Mu’âdz) menjawab : “Saya akan menghukum dengan Kitabullah”. Sabda beliau : “Bagaimana bila tidak terdapat di Kitabullah ?”. Ia menjawab : “Saya akan menghukum dengan Sunnah Rasulullah”. Beliau bersabda : “Bagaimana jika tidak terdapat dalam Sunnah Rasulullah ?”. Ia menjawab : “Saya berijtihad dengan pikiran saya dan tidak akan mundur, Nabi pun bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufiq kepada utusan Rasulullah.”

Dengan berpedoman kepada pesan ini, para sahabat dan tabiin kemudian berijtihad disaat mereka tidak menemukan dalil dari Al-Quran atau As-Sunnah yang secara tegas mengatur suatu persoalan. Ijtihad para sahabat dan tabiin inilah kemudian melahirkan fiqih. Perbedaan kuantitas hadits oleh kalangan tabiin, ditambah pula perbedaan mereka dalam menetapkan standar kualitas hadits serta situasi dan kondisi daerah yang berbeda menyebabkan terjadinya perbedaan dalam hasil ijtihad mereka.

Selain itu, perbedaan hasil ijtihad juga ditunjang oleh kadar penggunaan nalar (rasio), yang pada akhirnya menyebabkan timbulnya beberapa mazhab dalam fiqih. Hukum-hukum di dalam agama Islam pada dasarnya terdiri dari dua tingkatan, yaitu syariah dan fiqih. Bedanya adalah dalam syariah tidak perlu adanya ijtihad para mujtahid, karena dasarnya adalah dalil-dalil muhkam.

Sedangkan fiqih kita tahu banyak sekali permasalahan yang baru dan belum jelas dan pasti tentang kedudukan hukum tersebut. Oleh karena itu para mujtahid pun mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk memperjelas suatu hukum tersebut, akan tetapi dalam berijtihad para Imam sangat mungkin untuk berbeda dikarenakan dasar dan istinbathnya yang berbeda.

Ushul Fiqih Mazhab Syafi’i– Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Ushul Fiqih Mazhab Syafi’i Link Download