0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Tanda-Tanda Kamu Sedang Berada di Fase “Quarter Life Crisis”

Kamu yang sudah mulai memasuki masa remaja menuju dewasa. Pasti akan merasakan beberapa hal yang tidak pernah kamu rasakan sebelumnya. Kamu lebih sering memikirkan diri sendiri. Bagaimana langkah hidupmu. Serta hidup seperti apa yang ingin kamu jalani. Pertanyaan-pertanyaan yang kadang membuat kamu tidak bisa tidur. Hal ini sangat wajar dan biasa dinamakan dengan Quarter Life Crisis.

Quarter Life Crisis merupakan suatu fase dalam hidup seseorang ketika ia memiliki kecemasan terhadap hidupnya terutama tentang masa depannya. Fenomena ini kerap terjadi pada seseorang di rentang usia 20-30 tahun yang dapat menimbulkan berbagi dampak bagi kehidupan orang yang mengalaminya. Umumnya ketika seseorang sedang mengalami fase ini akan memandangnya sebagai hal yang sepele, namun ketika seseorang berhasil melaluinya maka akan mampu membuatnya menjadi pribadi yang jauh lebih dewasa dari sebelumnya.

Tanda-Tanda Kamu sedang melalui Quarter Life Crisis

Tanda-tanda Quarter Life Crisis bisa diketahui sejak dini. Karena hal ini sangat penting bagi setiap orang. Apalagi mereka yang baru memulai usia beranjak dewasa. Kenapa penting? Karena supaya kamu bisa lebih mempersiapkan diri dan mengambil keputusan yang bijak. Sehingga nantinya kamu bisa melewati fase ini dengan mudah.

Banyak tanda-tanda yang dapat kamu ketahui, tapi kali ini bagibuku.or.id akan membagikan 4 tanda bahwa kamu sedang mengalami Quarter Life Crisis.

1. Selalu Merasa Kurang Percaya Diri

Apa kamu pernah merasa berada di tahap ketika kamu berjalan sendirian untuk pulang ke rumah, lalu kamu melihat ada orang yang dengan pakaiannya itu sangat menarik dan rapih. Setelah itu kamu membandingkan dengan diri kamu yang memakai baju lusuh yang sering kamu pakai. Lalu kamu mendapat kabar bahwa teman-teman kamu sudah bekerja dengan gaji yang tinggi. Dan kamu melihat diri kamu kembali, kamu belum punya apa-apa bahkan mungkin pekerjaan pun masih belum jelas. Kamu merasa tidak ada yang patut kamu banggakan. Pernah merasa begitu? Jika iya, maka percaya diri yang ada pada kamu itu sangatlah kurang, bahkan kamu membuat standar yang teman-teman kamu lakukan. Hal ini akan terus-terusan mengganggu pikiran kamu, jika terus-terusan membandingkan nya dengan orang lain.

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah berkhenti untuk membandingkan diri dengan orang lain. Kamu berhak punya mimpi yang tinggi tapi jangan lupa kamu juga harus bersyukur dengan apa yang kamu dapatkan. Kamu akan terus-terusan kesulitan jika kamu tidak mensyukuri apa yang kamu dapatkan, karena selalu memandang sesuatu yang kamu punya dari kacamata orang lain. Padahal belum tentu juga mereka yang terlihat sangat pede dengan pakaiannya, pekerjaannya bisa sangat percaya diri. Bisa jadi mereka merasa kesulitan dengan semua itu. karena pada intinya setiap orang akan mempunyai masalah nya masing-masing. Jangan lupa untuk percaya diri ya!

Lihat juga: https://bagibuku.or.id/tips-agar-kamu-bisa-mengendalikan-marah/

2. Mulai Selektif Memilih Teman

Semakin dewasa kamu akan merasa bahwa kamu lebih membutuhkan sahabat daripada teman. Sehingga kamu akan lebih selektif untuk memilih teman. Karena ada istilah juga bahwa “semakin bertambah usia seseorang, maka akan semakin sedikit jumlah teman yang dimiliki”. Maksud dari istilah ini bukanlah kamu malas bertemu dengan orang dan menjalin hubungan sebagai teman. Tapi kamu merasa bahwa kamu hanya memerlukan seseorang yang berkualitas dalam hidup kamu, dan merasa bahwa kamu dihargai olehnya. Bukan hanya mereka yang banyak tapi mereka yang pantas. Sehingga seseorang akan lebih selektif dalam memilih siapa yang pantas untuk menjadi seorang teman atau sahabat.

3. Menyadari Pentingnya Komitmen

Sumber: https://cdn-image.hipwee.com/

Ketika mulai dewasa, maka kamu akan menyadari bahwa ada beberapa hal yang perlu diubah. Dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang lebih baik. Tentu hal ini harus dilakukan secara bertahap supaya kamu merasakan perubahan sedikit demi sedikit. Kamu juga akan berpikir lebih realistis ketika melihat permasalahan yang terjadi dan mulai berani untuk berkomitmen. Karena kamu juga akan merasakan pentingnya berkomitmen.

Misalnya berkomitmen dengan cita-cita kamu. Ketika kamu merasa komitmen penting maka kamu akan melakukan apapun untuk mencapai cita-cita kamu. Meskipun itu hanya berdampak kecil pada cita-cita itu. menjadi dewasa bukanlah dinilai dari seberapa banyak jumlah angka pada umur yang terus bertambah. Namun dilihat dari seberapa kuatnya komitmen yang kamu jalani.

lihat juga: https://bagibuku.or.id/tips-agar-kamu-percaya-diri-berbicara-di-depan-publik/

4. Mencemasi Pilihan Hidup

Jika kamu mulai merasa cemas terhadap diri kamu, dan menanyakan apakah keputusan kamu dalam memilih hidup sudah benar atau tidak. Hal ini merupakan tanda bahwa kamu sedang ada di masa Quarter Life Crisis. Kamu akan merasa cemas dengan apa yang sudah kamu pilih. Hal ini terjadi karena kamu merasa takut akan resiko yang kamu dapatkan setelah memutuskan pilihan itu. salah satu cara agar kamu tidak cemas adalah berpikir terlebih dahulu sebelum kamu memutuskan pilihan hidup. Dan setelah memutuskan, maka kamu harus fokus dengan pilihan itu dan siap dengan segala resikonya. Maka kamu akan menerimanya dan merasa lebih tenang.

Semangat untuk kamu yang sedang berada di fase ini, yakinkan diri bahwa kamu akan melewatinya dengan sangat baik. Jangan di ambil pusing ya!