0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Sudah Ada Quran Sunnah Mengapa Harus Ijtihad? – Ahmad Sarwat, Lc., MA

Sudah Ada Quran Sunnah Mengapa Harus Ijtihad? Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Ushul Fiqih yang menarik dan buku yang banyak di cari. Kata ushul fiqh adalah kata ganda yang terdiri dari kata “ushul” dan kata “fiqh”. Secara etimologi berarti “paham yang mendalam” kata ini muncul sebanyak 20 kali dalam Al-qur’an dengan arti pahan itu.

Segala puji benar-benar hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya. Memohon-mohon pertolongan padaNya. Meminta petunjuk-Nya. Mengharapkan ampunan-Nya. Kita berlindung dengan-Nya dari segala keburukan diri kita dan dari kemaksiatan amal-amal kita. Siapa yang mendapatkan petunjukNya, tidak akan ada yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan-Nya, tidak akan ada yang mampu menunjukinya. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada sang penyampai syariat, nabi besar Muhammad. Begitu juga kepada para keluarga, shahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Wa ba’du.

Sudah ada Quran Sunnah, mengapa harus ijtihad? Pertanyaan macam ini bukan hanya sekedar judul buku, tetapi juga pertanyaan yang agak menyesatkan karena beberapa hal, antara lain : Pertama, karena logika terbaliknya jadi rancu yaitu seolah-olah ijtihad itu lawan dari Quran dan Sunnah secara mutlak. Padahal justru Quran Sunnah malah memerintahkan ijtihad. Setidaknya ada pembatasan kapan ijtihad itu digunakan dan kapan hanya mengandalkan lahiriyah teks Quran Sunnah.

Kedua, karena meski ada Quran Sunnah, namun tetap tidak bisa langsung dipakai begitu saja. Masih ada pe-er besar yaitu bagaimana cara kita mendapatkan kesimpulan hukum yang tidak secara otomatis bisa dilakukan sesederhana itu. Dan proses pengolahan itu namanya ijtihad. Sehingga mustahil kita berpedoman pada Quran Sunnah tanpa melalui proses ijtihad. Kita yang awam ini biasa menyederhanakan masalah.

Kalau sudah ada satu ayat Al-Quran menyebutkan satu masalah, maka langsung kita tarik kesimpulan hukumnya begitu saja tanpa lihat kanan kiri lagi. Mirip anak kecil balita yang dengan lugunya menyeberang jalan, dia langsung nyelonong saja tanpa pertimbangan apa-apa. Tentu saja sangat berbahaya, apalagi menyeberang jalan tol. Sebagai contoh sederhana saja, adakah yang tahu ayat mana di Al-Quran yang memerintahkan kita melakukan shalat Idul Adha? Kalau perintah shalat secara umum memang ada, bahkan ada banyak.

Ketiga, fenomena kebalikannya yaitu banyaknya seruan untuk melakukan itjihad, padahal belum punya kapasitas dan kemampuan untuk melakukannya. Maka yang model seperti ini pun perlu diberi pencerahan, bahwa meski ijtihad itu mutlak dibutuhkan, namun yang boleh melakukannya bukan orang sembarangan. Hanya mereka yang sudah mencapai derajat kelimuan tertentu yang dibenarkan melakukannya. Sedangkan bagi yang ilmunya belum sampai, apalagi yang sama sekali tidak punya ilmunya, maka ijtihad bagi dia justru hukumnya haram.

Sudah Ada Quran Sunnah Mengapa Harus Ijtihad – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Sudah Ada Quran Sunnah Mengapa Harus Ijtihad? Link Download