0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Shalat Qashar Jama – Ahmad Sarwat, Lc., MA.

Shalat Qashar JamaSobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Shalat yang menarik dan buku yang banyak di cari. Pengertian shalat dari bahasa Arab As-sholah, sholat menurut Bahasa / Etimologi berarti Do‟a dan secara terminology/istilah, para ahli fiqh mengartikan secara lahir dan hakiki.

Segala puji benar-benar hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya. Memohon-mohon pertolongan pada-Nya. Meminta petunjuk-Nya. Mengharapkan ampunan-Nya. Kita berlindung dengan-Nya dari segala keburukan diri kita dan dari kemaksiatan amal-amal kita. Siapa yang mendapatkan petunjuk- Nya, tidak akan ada yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan-Nya, tidak akan ada yang mampu menunjukinya. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada sang penyampai syariat, nabi besar Muhammad. Begitu juga kepada para keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Wa ba’du,

Makna kata qashr secara bahasa adalah mengurangi atau meringkas. Disebutkan di dalam Al- Quran bahwa Rasulullah SAW bermimpi pergi haji, lalu sebagian shahabat ada yang mencukur botak kepalanya (muhalliqin) dan ada yang mencukur sebagian (muqashshirin). Sedangkan secara istilah, definisi qashr shalat adalah mengurangi bilangan rakaat pada shalat fardhu, dari empat rakaat menjadi dua rakaat.

Tidak semua safar membolehkan kita untuk mengqashar shalat. Hanya safar dengan kriteria tertentu saja yang membolehkan kita mengqasharnya.

1. Niat

Agar berstatus musafir, maka seseorang harus berniat dan menyengaja untuk melakukan safar. Syarat ini disepakati oleh semua ulama. Maka seorang yang diculik dengan paksa ke tempat yang jauh atau diasingkan ke negeri lain, padahal dalam dirinya tidak ada niat sedikit pun untuk melakukan safar, secara hukum syar’i bukan termasuk musafir. Niat untuk melakukan safar akan hilang ketika seseorang berhenti dalam perjalanannya dan mengubah niatnya dari musafir menjadi ingin tinggal dan menetap untuk seterusnya. Maka orang yang pergi merantau dari kampung ke Jakarta dengan tujuan untuk menetap di Jakarta, juga dianggap sudah bukan lagi musafir. Dia menjadi musafir hanya selama di kendaraan saja. Begitu sudah sampai di Jakarta, maka dia bukan musafir lagi.

2. Jarak

Kriteria kedua dari safar yang membolehkan qashar adalah masalah jarak minimal dari keseluruhan safar itu. Sehingga tidak mentang-mentang orang keluar kota, lantas bisa disebut musafir. Minimal harus ada jarak tertentu agar safar itu membolehkan shalat qashar. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa para ulama berbeda pendapat tentang kebolehan menjama’ shalat dilihat dari segi batas minimal jarak perjalanan.

Shalat Qashar Jama – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Shalat Qashar Jama Link Download