0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Rukhsah Dalam Tinjauan Syar’iah – Vivi Kurniawati, Lc.

Rukhsah Dalam Tinjauan Syar’iah Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Ushul Fiqih yang menarik dan buku yang banyak di cari. Kata ushul fiqh adalah kata ganda yang terdiri dari kata “ushul” dan kata “fiqh”. Secara etimologi berarti “paham yang mendalam” kata ini muncul sebanyak 20 kali dalam Al-qur’an dengan arti pahan itu.

Segala puji benar-benar hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya. Memohon-mohon pertolongan padaNya. Meminta petunjuk-Nya. Mengharapkan ampunan-Nya. Kita berlindung dengan-Nya dari segala keburukan diri kita dan dari kemaksiatan amal-amal kita. Siapa yang mendapatkan petunjukNya, tidak akan ada yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan-Nya, tidak akan ada yang mampu menunjukinya. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada sang penyampai syariat, nabi besar Muhammad. Begitu juga kepada para keluarga, shahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Wa ba’du.

Dalam fikih Islam ada istilah rukhsah yang sering diartikan dengan keringanan, keluasan, atau kelonggaran. Adanya rukhsah ini, setiap mukallaf bisa mendapatkan keringanan dalam hal pelaksanaan apa yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Tentu saja rukhsah ini tidak begitu saja bisa diberikan atau bisa diambil kecuali jika telah masuk dalam keadaan atau kondisi-kondisi tertentu.

Ilmu ushul fikih menyebutkan rukhsah bisa membolehkan atau memberikan pengecualian dari prinsip umum sebuah hukum asal karena adanya kesulitan (al-masyaqqah) seperti bolehnya berbuka puasa bagi yang sakit atau keterpaksaan (ad-dharurat). Namun, yang perlu di garis bawahi di sini adalah bahwa rukhsah tidak disyariatkan terhadap sesuatu yang sudah ada kepastian hukum sebelumnya yang dalam ilmu ushul fikih disebut ‘azimah (melakukan suatu perbuatan seperti apa yang telah ditetapkan oleh Allah SWT). Misalnya, berpuasa pada bulan Ramadan wajib bagi mukallaf (azimah), tetapi jika sulit baginya boleh berbuka dan bisa dibayar pada hari lain jika mukallaf tersebut sedang dalam perjalanan atau sakit.

Inilah yang disebut dengan rukhsah. Jadi, rukhsah bukan berarti meminta kepada Allah SWT agar tidak dibebankan suatu hukum atasnya atau berlari dari adanya sebuah pembebanan hukum, karena semua apa yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw hakikatnya sudah merupakan ketentuan umum yang harus dilaksanakan oleh setiap mukallaf.

Rukhsah Dalam Tinjauan Syar’iah – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Rukhsah Dalam Tinjauan Syar’iah Link Download