0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Qawaid Fiqhiyyah Sebagai Formulasi Hukum – Firman Arifandi, LL..B, LL.M

Qawaid Fiqhiyyah Sebagai Formulasi Hukum Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Ushul Fiqih yang menarik dan buku yang banyak di cari. Kata ushul fiqh adalah kata ganda yang terdiri dari kata “ushul” dan kata “fiqh”. Secara etimologi berarti “paham yang mendalam” kata ini muncul sebanyak 20 kali dalam Al-qur’an dengan arti pahan itu.

Segala puji benar-benar hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya. Memohon-mohon pertolongan padaNya. Meminta petunjuk-Nya. Mengharapkan ampunan-Nya. Kita berlindung dengan-Nya dari segala keburukan diri kita dan dari kemaksiatan amal-amal kita. Siapa yang mendapatkan petunjukNya, tidak akan ada yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan-Nya, tidak akan ada yang mampu menunjukinya. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada sang penyampai syariat, nabi besar Muhammad. Begitu juga kepada para keluarga, shahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Wa ba’du.

Sejak munculnya dikotomi keilmuwan dalam khazanah Islam, konsentrasi studi Islampun turut mengalami pengkotakan. Pada disiplin ilmu Fiqih dan Ushulnya yang cakupan kajiannya meliputi hukum dan dalil, ditemukan formulasi metode baru dari kalangan para ulama dalam memahami konteks dan maksud tersembunyi dari nash syariat.

Redaksi bermuatan hukum yang ada pada Al Quran dan Hadist kemudian diperinci pada kalimatkalimat singkat yang merupakan bentuk dari interpretasi ayat dan hadist tersebut. Kalimatkalimat itulah yang kelak dinamakan sebagai Qawaid fiqhiyyah dan Ushuliyyah. Buku yang ada di hadapan pembaca ini, membahas secara general tentang sejarah pembentukan qawaid atau yang biasa dikenal dengan islamic legal maxim, bagaiamana implementasinya dalam fiqih baik itu yang berbentuk ibadah ataupun muamalah.

Qawaid al-fiqhiyyah atau Islamic legal maxim memiliki posisi penting dalam metode istinbath ahkam. Dia merupakan satu disiplin ilmu untuk memformulasikan dalil-dalil yang bersifat umum menjadi penunjang dalam menjabarkan sebuah hukum yang tak disebut dalam nushus. Disiplin ini dikategorikan sebagai bagian dari pendukung dalil syar’i, juga menjadi komponen penting dalam perumusan penemuan hukum.

Terlebih sejumlah ulama menegaskan bahwa tolak ukur derajat keilmuwan seorang yang faqih salah satunya adalah penguasaan terhadap ilmu qawaid ini. Imam al-Qarrafi bahkan meletakkan disiplin ilmu ini sebagai dasar syariat ke-dua setelah ilmu ushul fiqh . Dari sini perlu kita kaji secara detail tentang makna dari ilmu ini secara definitiv, serta metode penemuan prinsip-prinsip qawaid fiqhiyyah dalam frame sejarah. Perlu diketahui juga stadium pembentukannya hingga penyusunan, kemudian urgensi daripada penggunaan ilmu ini bagi mujtahid.

Bahkan perbedaan zaman, letak geografis, dan karakter individu serta komunitas memaksa fiqih mengalami evolusi. Pasca wafatnya Rasulullah SAW serta para sahabat radiyallahu ‘anhum, belum ada formulasi tentang metode penetapan hukum Syariah yang paten. Hingga munculah sejumlah madzhab ulama dengan produk hukumnya masing-masing yang tak sedikit berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tokoh-tokoh madzahib tersebut menawarkan kerangka metodologi, teori, dan kaidah-kaidah ijtihad yang menjadi pedoman mereka dalam menetapkan sebuah hukum.

Qawaid Fiqhiyyah Sebagai Formulasi Hukum – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Qawaid Fiqhiyyah Sebagai Formulasi Hukum Link Download