0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Pernikahan – Terjemahan Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib

Pernikahan – Terjemahan Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib – Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Zakat yang menarik dan buku yang banyak di cari.  Kitab Al-Ghayah Wa At Taqrib adalah kitab fiqih bermadzhabkan Imam Asy Syafi’i yang dikarang oleh Syekh al-Imam Abu Thayib Ahmad bin Husain bin Ahmad al-Ashfahany yang lebih dikenal dengan nama panggilan Al Qhadi Abi Syuja’ dan kunyah Abu Thayyib. Kitab Al-Ghayah Wa At Taqrib memiliki 2 macam sebutan, yakni bernama Al-Ghayah Wa At Taqrib dan Ghayatul Ikhtisar. Syarh (penjelasan) dari Kitab Al-Ghayah Wa At Taqrib disebut dengan kitab Fathul Qarib Mujib dan Syarh dari kitab Ghayatul Ikhtisar adalah kitab Al Qaulul Mukhtar.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt yang mengajarkan manusia ilmu pengetahuan, dan tidaklah manusia berpengetahuan kecuali atas apa yang sudah diajarkan oleh Allah swt. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada nabi besar Muhammad saw, sebagai pembawa syariat, mengajarkan munusia ilmu syariat hingga akhirnya ilmu itu sampai kepada kita semua.

Pernikahan merupakan suatu proses awal terbentuknya kehidupan keluarga dan merupakan awal dari perwujudan bentuk-bentuk kehidupan manusia. Kehidupan sehari-hari manusia yang berlainan jenis kelaminya yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa laki-laki dan perempuan dikatakan perempuan secara alamiah mempunyai daya tarik-menarik antara yang satu dengan yang lain untuk berbagai kasih sayang dalam mewujudkan suatu kehidupan bersama atau dapat dikatakan ingin membentuk ikatan lahir dan batin untuk mewujudkan suatu keluarga atau rumah tangga yang bahagia, rukun dan kekal.

Pernikahan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis saja, alapun kebutuhan biologis merupakan faktor yang sangat penting sebagai penunjang atau pendorong dalam rangka merealisir kehidupan bersama baik untuk mendapatan kebutuhan biologis. Pernikahan haruslah sebagai suatu ikatan lahir batin. Hal ini disebabkan karena dapat pula terjadi bahwa hidup bersama antara laki-laki dan perempuan itu tampa dilakukan persentuhan. Menurut Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 pasal 1 tujuan pernikahan adalah “untuk membentuk keluaarga rumah tangga. Yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhan Yang Maha Esa”.

Untuk itu suami istri perlu adanya saling membantu dan melengkapi agar masing-masing dapat mengembangkan kepribadiaanya untuk mencapai kesejahteraan spiritual dan material. Dapat mencapai kebahagiaan tersebut di harapkan kekekalan dalam sebuah pernikahan, 7 yaitu bahwa orang melakukan pernikahan tidak akan bercerai kecuali cerai karena kematian atau dengan kata lain menikah sekali seumur hidup.

Pernikahan – Terjemahan Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Pernikahan – Terjemahan Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib Link Download