0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Perbedaan Pendapat Ulama – Ahmad Sarwat, Lc., MA

Silsilah Tafsir Ayat Ahkam “Poligami” Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Ushul Fiqih yang menarik dan buku yang banyak di cari. Kata ushul fiqh adalah kata ganda yang terdiri dari kata “ushul” dan kata “fiqh”. Secara etimologi berarti “paham yang mendalam” kata ini muncul sebanyak 20 kali dalam Al-qur’an dengan arti pahan itu.

Segala puji benar-benar hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya. Memohon-mohon pertolongan padaNya. Meminta petunjuk-Nya. Mengharapkan ampunan-Nya. Kita berlindung dengan-Nya dari segala keburukan diri kita dan dari kemaksiatan amal-amal kita. Siapa yang mendapatkan petunjukNya, tidak akan ada yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan-Nya, tidak akan ada yang mampu menunjukinya. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada sang penyampai syariat, nabi besar Muhammad. Begitu juga kepada para keluarga, shahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Wa ba’du.

Kalau ditanya bolehkah terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama, memang para ulama sendiri juga berbeda pendapat, antara yang membolehkan dan yang tidak membolehkan. Yang tidak membolehkan umumnya menyamakan antara berbeda pendapat dengan berpecah-belah. Namun kalau kita lebih jeli lagi dalam mencermati, sebenarnya berbeda pendapat itu tidak harus selalu berpecah-belah.

Berpecah belah memang dilarang secara resmi, namun berbeda pendapat sebenarnya tidak harus selalu terkait dengan berpecah-belah. Toh dalam kenyataannya, para nabi dan rasul sekalipun seringkali berbeda pendapat dengan sesama mereka. Malaikat pun ada juga yang berbeda pendapat, misalnya Malaikat Rahman dan Malaikat azab, keduanya berbeda dalam menentukan mau dibawa kemana orang yang mati dan pernah membunuh 99 nyawa.

Apakah dimasukkan ke surga karena sudah bertaubat, atau kah dimasukkan ke neraka karena harus menebus dosanya terlebih dahulu? Demikian juga dengan para shahabat nabi, banyak sekali kita temukan perbedaan pendapat di antara mereka. Termasuk juga kita temukan perbedaan pendapat di kalangan para tabi’in dan tabiut-tabi’in dan seterusnya. Jadi perbedaan pendapat itu tidak selalu haram dan terlarang, banyak sekali perbedaan pendapat yang dibolehkan atau diterima sebagai kenyataan yang tidak bisa ditampik.

Masalahnya tinggal kita mau apa dengan perbedaan pendapat ini? Apakah mau dijadikan alasan untuk saling tuduh, saling hina, saling mengkafirkan dan saling menajis-najiskan? Atau kah kita mau ikuti jejak luhur para ulama terdauhulu yang sedemikian agungnya memberikan contoh teladan dalam berbeda pendapat.

Perbedaan Pendapat Ulama – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Perbedaan Pendapat Ulama Link Download