0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Niat dan Posisi Makmum – Sutomo Ibnu Abi Nashr, Lc

Niat dan Posisi Makmum Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Shalat yang menarik dan buku yang banyak di cari. Pengertian shalat dari bahasa Arab As-sholah, sholat menurut Bahasa / Etimologi berarti Do‟a dan secara terminology/istilah, para ahli fiqh mengartikan secara lahir dan hakiki.

Segala puji benar-benar hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya. Memohon-mohon pertolongan pada-Nya. Meminta petunjuk-Nya. Mengharapkan ampunan-Nya. Kita berlindung dengan-Nya dari segala keburukan diri kita dan dari kemaksiatan amal-amal kita. Siapa yang mendapatkan petunjuk- Nya, tidak akan ada yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan-Nya, tidak akan ada yang mampu menunjukinya. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada sang penyampai syariat, nabi besar Muhammad. Begitu juga kepada para keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Wa ba’du,

Shalat berjamaah adalah salah satu syiar Islam yang disepakati pensyariatannya. Tidak ada perbedaan pandangan di tengah para ulama terkait pensyariatan ini. Perbedaan baru ada pada ranah hukumnya. Secara umum terdapat empat pandangan populer di antara para ulama terkait hukum shalat berjamaah. Empat hukum itu adalah; fardhu ‘ain, fardhu kifayah, sunnah, dan syarat sah shalat. Di antara keempat pandangan hukum ini, hanya tiga yang berasal dari empat madzhab besar. Sedangkan sisanya, yaitu yang menyatakan berjamaah sebagai syarat sah shalat, adalah pandangan madzhab dzahiri.

Walaupun demikian, ada sebagian kecil ulama dalam madzhab hanbali yang juga mirip seperti dzahiri dalam kasus ini. Al Imam Ibnu ‘Aqil adalah yang populer dari madzhab hanbali dengan pandangannya bahwa berjamaah sebagai syarat sah shalat. Dan ketiga pandangan yang ada dalam madzhab empat tersebut, semuanya ada dalam madzhab syafi’i. Jadi, para ulama dalam madzhab syafi’I ternyata berbeda pendapat terkait hukum shalat berjamaah menjadi tiga kelompok. Itulah yang diinformasikan oleh Imam An Nawawi dalam syarahnya terhadap kitab Al Muhaddzab.

Dari ketiga pandangan tersebut, yang sahih menurut Imam An Nawawi adalah fardhu kifayah. Itulah pandangan jumhur atau mayoritas para pendahulu (mutaqaddimun) syafi’iyyah. Itulah pandangan syaikhon dalam madzhab; Ibnu Suraij dan Abu Ishaq. Dan itulah pandangan Imam Syafi’i sang pendiri madzhab yang secara tekstual, tertuang (manshus) dalam kitab Al Imamah. Terlepas dari perbedaan pandangan dalam internal madzhab syafi’i tersebut, tentu saja berjamaah memang jauh lebih mulia, bernilai dan lebih berpahala daripada shalat sendirian.

Dan dengan melakukannya, kita telah bermura’atul khilaf mengingat ada yang mewajibkannya. Akan tetapi nilai lebih dan banyaknya pahala dalam shalat berjamaah tersebut sama sekali tidak akan benar- benar kita peroleh kalau dalam pelaksanaannya, kita tidak melandaskan pada petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sudah dijelaskan oleh para ulama dalam fiqih shalat berjamaah.

Niat dan Posisi Makmum – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Niat dan Posisi Makmum Link Download