0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Menjadi Makmum Masbuk – Sutomo Abu Nashr, Lc

Menjadi Makmum Masbuk Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Shalat yang menarik dan buku yang banyak di cari. Pengertian shalat dari bahasa Arab As-sholah, sholat menurut Bahasa / Etimologi berarti Do‟a dan secara terminology/istilah, para ahli fiqh mengartikan secara lahir dan hakiki.

Segala puji benar-benar hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya. Memohon-mohon pertolongan pada-Nya. Meminta petunjuk-Nya. Mengharapkan ampunan-Nya. Kita berlindung dengan-Nya dari segala keburukan diri kita dan dari kemaksiatan amal-amal kita. Siapa yang mendapatkan petunjuk- Nya, tidak akan ada yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan-Nya, tidak akan ada yang mampu menunjukinya. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada sang penyampai syariat, nabi besar Muhammad. Begitu juga kepada para keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Wa ba’du,

Shalat berjamaah adalah ritual kolektif kaum muslimin yang memiliki sejumlah keutamaan luar biasa. Tentu keutamaan-keutamaan itu berbeda- beda levelnya tergantung bagaimana bentuk pelaksanaannya antara satu muslim dengan muslim yang lainnya. Mereka yang benar-benar melaksanakan semua ketentuan-ketentuan sunnahnya, tentu akan mendapatkan keutamaan yang paling sempurna. Demikianlah idealnya shalat kita. Semoga kita bisa mencapai tahap ideal ini. Salah satu bentuk ideal itu adalah dengan mendatangi shalat berjamaah sebelum iqamah dikumandangkan.

Artinya, yang datang itu akan menjadi makmum yang mendapati takbiratul ihram imam. Jika itu berhasil dilakukan secara istiqamah atau konsisten selama empat puluh hari berturut- turut tanpa jeda sekalipun, maka telah dijanjikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan terbebas dari dua penyakit atau musibah besar; bebas dari neraka dan bebas dari kemunafikan. Dan kalau mau lebih ideal lagi, sebaiknya kita tidak hanya datang sebelum iqamah dikumandangkan. Akan tetapi kita benar-benar melakukan takbiratul ihram tepat persis setelah takbiratul ihramnya imam tanpa keraguan sedikitpun. Jika kemudian ada jeda, maka dalam pandangan yang paling ideal ini, kita dianggap telah terlambat dari takbiratul ihramnya imam meski datang sebelum iqamah dikumandangkan. Inilah pandangan yang disahihkan oleh Imam An Nawawi dalam kitabnya Al Majmu Syarah Al Muhaddzab.

Di dalam madzhab syafi’i khususnya, seorang makmum tetap berkewajiban membaca surat Al Fatihah. Sedangkan makmum yang masbuq maka para ulama dalam madzhab ini membaginya dalam beragam kondisi yang berbeda-beda. Di antara masbuk ada yang bisa mengejar Al Fatihah, ada yang ditoleransi untuk tidak perlu menyempurnakan Al Fatihah, dan bahkan ada yang ditoleransi untuk tidak membaca Al Fatihah sama sekali, meski mereka semua tetap dianggap telah mendapatkan satu raka’at penuh. Dan mereka tetap disebut sebagai masbuk meski tidak tertinggal sama sekali satu raka’at pun. Kalau yang dianggap tidak tertinggal sama sekali saja masih dinamai sebagai masbuk, maka yang benar-benar tertinggal, tentu lebih berhak disebut sebagai masbuk. Maka, masbuk dalam pengertiannya yang paling sederhana adalah mereka yang tidak mendapatkan takbiratul ihramnya imam.

Menjadi Makmum Masbuk – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Menjadi Makmum Masbuk Link Download