0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Maqashid Syariah – Ahmad Sarwat, Lc., MA

Maqashid Syariah Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Ushul Fiqih yang menarik dan buku yang banyak di cari. Kata ushul fiqh adalah kata ganda yang terdiri dari kata “ushul” dan kata “fiqh”. Secara etimologi berarti “paham yang mendalam” kata ini muncul sebanyak 20 kali dalam Al-qur’an dengan arti pahan itu.

Segala puji benar-benar hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya. Memohon-mohon pertolongan padaNya. Meminta petunjuk-Nya. Mengharapkan ampunan-Nya. Kita berlindung dengan-Nya dari segala keburukan diri kita dan dari kemaksiatan amal-amal kita. Siapa yang mendapatkan petunjukNya, tidak akan ada yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan-Nya, tidak akan ada yang mampu menunjukinya. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada sang penyampai syariat, nabi besar Muhammad. Begitu juga kepada para keluarga, shahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Wa ba’du.

Beberapa ulama klasik seperti Al-Juwaini, AlGhazali, kerap menyinggung wacana maqashid dalam buku-buku mereka. Namun hanya sebatas sub bab disela-sela pembahasan mereka dalam bab tertentu. Baru ditangan Imam al-Syathibi diskursus tentang maqashid mendapatkan perhatian besar dan menemukan formatnya secara utuh dan sistematisasi tema bahasan dengan cukup rapi, yang kemudian ia bukukan dalam karya monumentalnya al-Muwafaqat fi Ushul al-Ahkam. Sebenarnya di luar mazhab Al-Malikiyah, term Maqashid Syariah ini kurang terlalu populer. Maka itu kita akan lebih banyak mendapatkannya di kalangan ulama mazhab Al-Malikiyah, yang awalnya lahir di Madinah, yang banyak memakai maqashid al-syariah dan menggunakannya secara massif.

Terasa sekali dalam ushul fiqih Al-Malikiyah betapa kuatnya penggunaan al-masalih al-mursalah, sad ad-dzarai’, istihsan, dan istishab sebagai salah satu sumber penggalian hukum. Sebagai ilustrasi sebagaimana yang diungkapkan oleh Ar-Raisuni dalam bukunya Nadzariat AlMaqashid ‘Inda Imam Al-Syathibi, mazhab AlMalikiyah memandang bahwa jual beli tanpa ijab kabul itu boleh-boleh saja, asalkan kedua belah pihak sama-sama mengetahui harga barang.

Padahal dalam mazhab Asy-Syafi’iah, Dzahiriah dan Syi’ah, jual beli semacam ini adalah batal dan tidak sah. Mazhab Al-Hanafiyah dan Hanabilah juga memandangnya sah dengan syarat harga barang sudah diketahui dan kedua belah pihak tidak ada yang memberikan tanda ketidaksetujuannya. Alasan mazhab Al-Malikiah berpendapat bahwa transaksi semacam ini adalah sah secara mutlak, karena maslahat, bahwa transaksi semacam ini sudah biasa dilakukan di masyarakat dan sepanjang diamnya kedua belah pihak itu menandakan akan kesetujuannya.

Maqashid Syariah – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Maqashid Syariah Link Download