0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Konsep Toleransi: Solusi Perbedaan Umat Beragama

            Diseluruh dunia hampir setiap negara memiliki masyarakat yang beragama. Berdasarkan hasil survei pada tahun 2010, Indonesia merupakan negara yang mayoritasnya umat Islam yaitu sebanyak 87%,  sedangkan Kristen 10%, Hindu 1.7%, Budha 0.7% Konghucu 0.05% dan agama lain yang merupakan agama leluhur terdapat 0.45%. Data ini menunjukkan bahwa Indonesia negara yang kompleks akan agama, maka dari itu setiap agama harus memahami konsep toleransi agar dapat melaksanakan ibadahnya masing-masing serta hidup berdampingan di lingkungan masyarakat.

            Konsep toleransi ini harus benar-benar dipahami agar tidak terjadi konflik yang disebabkan oleh perbedaan agama. Pada tahun 2012 bulan Februari Centre of Strategic and International Studies (CSIS) melakukan survei terhadap 23 provinsi di Indonesia dan melibatkan 2.213 responden. Sebanyak 59,5% responden tidak berkeberatan bertetangga dengan orang beragama lain. Sekitar 33,7% lainnya menjawab sebaliknya. Tetapi saat ditanya tentang pembangunan tempat peribadahan di lingkungan sekitarnya, sebanyak 68,2% responden menyatakan lebih baik hal itu tidak dilakukan, hanya 22,1% yang tidak berkeberatan. Sedangkan jika dilihat dari kategori pendidikan, masyarakat yang berpendidikan dari sekolah menengah pertama kebawah, 20%  menyatakan tidak keberatan dengan pembangunan tempat ibadah disekitarnya, dan mereka yang berpendidikan diatas sekolah menengah atas 38,1% menyatakan setuju dengan adanya pembangunan tersebut. Dari hasil survei diatas bisa disimpulkan bahwa jenjang pendidikan tidak ada hubungannya langsung dengan toleransi, disamping itu bisa dilihat bahwa toleransi di Indonesia masih sangat rendah, sehingga dengan data tersebut perlu dipertanyakan kepada setiap anggota masyarakat yang beragama, apakah mereka paham apa sebenarnya toleransi itu?

Toleransi yang menyatukan Ummat

            Toleransi merupakan hal penting yang harus ada dalam setiap individu, terutama mereka yang beragama karena setiap agama tentu mengajarkan kebaikan untuk perdamaian. Kenyataan ini berbeda dengan yang terjadi di masyarakat, Toleransi tidak berjalan dengan normal, sehingga mereka mudah tersinggung jika agama atau keyakinannya sepertinya dihina oleh sekelompok orang yang berbeda keyakinan. Mereka merespon langsung dengan taruhan jiwa, dan memahami agama lain dengan sikap antipati. Konsep dengan kenyataan yang berbeda membuat kebanyakan orang mengikuti hal tersebut, sehingga toleransi yang beredar di masyarakat perlu diperbaiki dalam penerapannya.

Pengertian Toleransi

            Jadi, toleransi beragama adalah sikap sabar dan menahan diri untuk tidak mengganggu dan tidak melecehkan agama atau sistem keyakinan dan ibadah penganut agama-agama lain. Makna toleransi yang sebenarnya bukanlah mencampur adukkan keimanan dan ritual satu agama dengan agama lain, tapi menghargai eksistensi agama orang lain. Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Istilah lain yang bisa dipakai adalah yang mayoritas seharusnya mengayomi dan yang minoritas jangan sampai menuntut. Setiap agama mempunyai hak dan kewajiban masing-masing, tetapi ketika berada di lingkungan yang majemuk, maka bukan hanya dirinya saja yang dipikirkan, tetapi orang yang disekitarpun jangan sampai merasa terganggu.

Jenis konsep toleransi

Menurut Muchoyar H.S. (2008), untuk menyikapi perbedaan agama terkait dengan toleransi antar umat beragama agar dialog antar umat beragama terwujud maka memerlukan 3 konsep yaitu: Pertama, Setuju tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa setiap aqidah dan keyakinan, serta ibadah yang berhubungan langsung dengan Tuhan berbeda. Entah itu dari konsep atau dari tata cara peribadatannya, sehingga dari perbedaannya itu setiap pemeluk agama lain tidak bisa menerima peribadatan diluar agamanya. Bukan berarti mereka menolak keberadaan agama tersebut, tetapi dengan cara itulah mereka bisa berdamai di lingkungan masyarakat. Kedua, Setuju untuk setuju, ini bisa dilakukan untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian di masyarakat. Setiap agama mempunyai visi untuk kebaikan dalam hal apapun dan terdapat beberapa persamaan dalam cara berhubungan dengan masyarakat, sehingga membuat peningkatan yang baik di lingkungan. Ketiga, setuju untuk berbeda. Mereka yang beragama tentu menyadari adanya perbedaan dari agama yang dianutnya dengan agama lain, sehingga dengan kesadaran tersebut, mereka akan lebih paham untuk bersikap dengan yang lain. Tentu setelah paham mereka akan lebih bijak dalam bersikap jika menghadapi masalah antar agama.

Dengan demikian, yang dimaksud konsep toleransi di sini adalah suatu sikap saling mengerti, memahami, dan menghormati adanya perbedaan- perbedaan demi tercapainya kerukunan antar umat beragama. Dan dalam berinteraksi dengan aneka ragam agama tersebut, diharapkan masih memiliki komitmen yang kokoh terhadap agama masing-masing. Dengan demikian setiap individu yang beragama akan melakukan dan mengamalkan ajarannya dengan sebaik mungkin, sehingga akan lebih paham untuk bertindak jika suatu saat terjadi konflik di lingkungan yang disebabkan oleh perbedaan agama, baik itu dalam ajarannya, tata cara peribadatan atau pun hubungan bermasyarakatnya.