0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Kitab Thaharah – Terjemah Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib

Kitab Thaharah, Terjemah Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib – Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Thaharah yang menarik dan buku yang banyak di cari. Bersih dari najis dan menghilangkannya merupakan suatu kewajiban bagi yang tahu akan hukum dan mampu melaksanakannya. Dalam hal ini Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan pakaian mu bersihkanlah’ (Qs. Al Muddatsir [74]: 4)

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt yang mengajarkan manusia ilmu pengetahuan, dan tidaklah manusia berpengetahuan kecuali atas apa yang sudah diajarkan oleh Allah swt. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada nabi besar Muhammad saw, sebagai pembawa syariat, mengajarkan munusia ilmu syariat hingga akhirnya ilmu itu sampai kepada kita semua.

Thaharah menurut bahasa artinya “bersih” Sedangkan menurut istilah syara’ thaharah adalah bersih dari hadas dan najis. Selain itu thaharah dapat juga diartikan mengerjakan pekerjaan yang membolehkan shalat, berupa wudhu, mandi, tayamum dan menghilangkan najis.1 Thaharah secara umum. Dapat dilakukan dengan empat cara berikut. 1) Membersihkan lahir dari hadas, najis, dan kelebihan-kelebihan yang ada dalam badan. 2) Membersihkan anggota badan dari dosa-dosa. 3) Membersihkan hati dari akhlak tercela. 4) Membersihkan hati dari selain Allah. Cara yang harus dipakai dalam membersihkan kotoran hadas dan najis tergantung kepada kuat dan lemahnya najis atau hadas pada tubuh seseorang.

Bila najis atau hadas itu tergolong ringan atau kecil maka cukup dengan membersihkan dirinya dengan berwudhu. Tetapi jika hadas atau najis itu tergolong besar atau berat maka ia harus membersihkannya dengan cara mandi janabat, atau bahkan harus 1 H. Moch. Anwar, Fiqih Islam Tarjamah Matan Taqrib, (Bandung: PT Alma’arif, 1987), hal. 9 16 17 membersihkannya dengan tujuh kali dan satu di antaranya dengan debu. Kebersihan dan kesucian merupakan kunci penting untuk beribadah, karena kesucian atau kebersihan lahiriah merupakan wasilah (sarana) untuk meraih kesucian batin.

Melaksanakan shalat dalam kondisi suci merupakan bentuk pengagungan kepada Allah. Dan, hadast kecil maupun hadast besar -jika najisnya tidak terlihat, termasuk kategori najis secara maknawi, karena menjadikan timbulnya rasa jijik bagi orang yang akan menempatinya. Maka, hal tersebut bisa merusak nilai pengagungan terhadap Allah, dan menghilangkan hakikat bersuci itu sendiri. Allah Subhanahu wa ta’ala telah memuji orang-orang yang senantiasa dalam keadaan suci dengan firman-Nya, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Qs. Al Baqarah [2]: 222

Kitab Thaharah, Terjemah Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Kitab Thaharah – Terjemah Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib Link Download