0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Kaidah Fikih; Adh-Dhararu Yuzal – Dhahar Itu Dihilangkan

Kaidah Fikih; Adh-Dhararu Yuzal Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Ushul Fiqih yang menarik dan buku yang banyak di cari. Kata ushul fiqh adalah kata ganda yang terdiri dari kata “ushul” dan kata “fiqh”. Secara etimologi berarti “paham yang mendalam” kata ini muncul sebanyak 20 kali dalam Al-qur’an dengan arti pahan itu.

Segala puji benar-benar hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya. Memohon-mohon pertolongan padaNya. Meminta petunjuk-Nya. Mengharapkan ampunan-Nya. Kita berlindung dengan-Nya dari segala keburukan diri kita dan dari kemaksiatan amal-amal kita. Siapa yang mendapatkan petunjukNya, tidak akan ada yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan-Nya, tidak akan ada yang mampu menunjukinya. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada sang penyampai syariat, nabi besar Muhammad. Begitu juga kepada para keluarga, shahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Wa ba’du.

Secara etimologi, al-Dharar (bahaya) adalah lawan dari al-Naf’u (manfaat). Juga bisa diartikan bahwa al-Dharar adalah segala bentuk kondisi buruk, kekurangan, kesulitan dan kemalangan.1 Sedangkan secara terminologi, maknanya tidak jauh dari pengertiannya secara bahasa, yaitu kekurangan atau kerusakan yang menimpa sesuatu. Segala bentuk kemudharatan hukumnya haram di dalam Syariat Islam yang agung ini. Seseorang tidaklah dibenarkan menimbulkan kerusakan atau menyebabkan mara bahaya bagi dirinya sendiri dan orang lain, baik terhadap jiwa, harta maupun kehormatannya.

Dan wajib hukumnya, untuk mencegah timbulnya segala kemudharatan yang akan terjadi (preventif), sebagaimana syariat ini juga mengharuskan untuk menghilangkan kemudharatan setelah terjadi (represif). Imam al-Suyuthi (911 H) menggambarkan betapa tinggi kedudukan dan pentingnya kaidah fikih yang satu ini. Beliau mengatakan, “Ketahuilah, bahwa ada banyak sekali hukum fikih yang terlahir berdasarkan kaidah al-Dhararu Yuzal.

Makna kaidah

Pada dasarnya, suatu bahaya harus dihilangkan secara keseluruhan, dan inilah maksud dan tujuan kaidah al-Dhararu Yuzal Tetapi jika menghilangkan bahaya secara keseluruhan sulit untuk dilakukan, maka diwajibkan untuk menghilangkannya sebisa mungkin-sesuai kemampuan, karena hal ini tetap lebih baik daripada membiarkan bahaya itu. Karena paling tidak, dengan usaha tersebut bahaya itu dapat berkurang.

Contoh Penerapan Kaidah

Jika seseorang membuat jendela baru di rumahnya. Tetapi jendela ini berpotensi mengganggu tetangganya, karena langsung menghadap dan bisa melihat ke tempat-tempat privasi tetangganya seperti kamar tidur, dapur atau kamar mandi. Maka wajib baginya untuk menutup jendela tersebut dengan cara membangun tembok atau memasang sesuatu yang menghalanginya.

Jika orang yang mengghashab telah merusak harta yang dighashabnya, atau rusak di tangannya tanpa ada unsur kesengajaan, dan berhalangan untuk dikembalikan kepada pemiliknya, maka orang yang mengghashab ini dikenakan jaminan sesuai dengan nilai barang yang dighashabnya apabila dapat diperkirakan nilainya. Atau dikembalikan dengan yang serupa jika ada yang serupa dengannya.

Kesimpulan

1. Kaidah al-Dhararu Yuzal merupakan satu diantara lima qawaid fiqhiyyah kulliyah kubra. 2. Dalil yang membentuk kaidah ini bisa ditemukan di dalam Al-Qur’an maupun hadits Nabi Muhammad SAW. 3. Kaidah fikih ini memiliki kedudukan yang tinggi di dalam Syari’at Islam. Karena banyaknya masalah fikih yang menjadi terapan dari kaidah besar ini. 4. Kaidah al-Dhararu Yuzal memiliki beberapa kaidah cabang.

Kaidah Fikih; Adh-Dhararu Yuzal – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Kaidah Fikih; Adh-Dhararu Yuzal Link Download