0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Ilmu Tafsir – Ahmad Sarwat, Lc.MA

Ilmu Tafsir Sebuah Pengantar Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku ilmu al-qur’an dan tafsir yang menarik dan buku yang banyak di cari Al-Qur’an bukan hanya pedoman agar manusia menjadi orang yang bertaqwa (QS. 2 : 3), ia juga merupakan pedoman bagi setiap manusia (QS. 2:185) serta ia merupakan kitab yang diturunkan agar manusia keluar dari kegelapan menuju terang benderang (QS. 14:1).

Kunci yang benar dalam memahami Al-Quran adalah ilmu tafsir dan juga ilmu-ilmu Al-Quran. Sayangnya justru yang mengalami ledakan dahsyat dan eforia gairah malah menghafal Al-Quran. Kenapa yang ramai dilakukan orang terhadap Al-Quran cuma sampai batas menghafal? Kenapa justru pendalaman ilmu-ilmu Al-Quran dan Tafsir kok nyaris tidak ada yang menjalankan? Ada beberapa kemungkinan :

Pertama : Menghafal Al-Quran ternyata jauh lebih sederhana dari pada mempelajari dan mendalami ilmu-ilmu Al-Quran dan Tafsir. Anak umur 5 tahun pun banyak yang hafal. Sedangkan memahami konsep nasakh mansukh, ‘aam khash, perbedaan qiraat, ilmu ma’ani, bayan, badi’, konsep al-wujuh wan-nazhair di dalam Al-Quran bukan hal yang mudah dan tidak sederhana. Tidak semua ustadz dan guru Al-Quran memahami apa itu siyaq, munasabah, asbabun nuzul, makna hakiki, makna majazi, serta bagaimana istimbath hukum dalam ayat Al-Quran.

Kedua : Menghafal Al-Quran ada gelarnya yaitu gelar Al-Hafiz. Padahal sebenarnya gelar yang tidak resmi dan tidak baku. Sebab di masa lalu, gelar Al-Hafizh hanya disematkan kepada ahli di bidang ilmu hadits pada level tertentu. Misalnya gelar Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, itu gelar yang amat tinggi derajatnya. Profesornya profesor lah kira-kira. Sedangkan ribuan anak anak kecil usia 5 tahunan yang hafal Quran, tidak pernah digelari Al-Hafizh. Anehnya di masa sekarang, entah bagaimana ceritanya, gelar setinggi itu kok mengalami degradasi dan anjlok nyungseb.

Ketiga : Ustadz Tahfizh Mudah Didapat Untuk mendirikan lembaga tahfizh itu mudah sekali. Tidak butuh alat bahkan juga tidak butuh kitab. Cukup bermodal dua tiga orang penghafal Al-Quran, sudah cukup. Dan ketersediaan penghafal Al-Quran cukup berlimpah di negeri kita. Kenapa berlimpah? Karena menghafal Quran 30 juz untuk jadi guru tahfizh cukup singkat, tidak butuh masa pendidikan terlalu lama. Cukup 3 tahun saja ikut tahfizh, tiba- tiba sudah jadi ustadz dan bisa ngajar tahfizh. Ini sebenarnya cukup lama. Beberapa teman malahan cuma mondok beberapa hari, tiba-tiba sudah hafal Quran. SDM guru tahfizh itu tersedia banyak dan standar gajinya pun bisa diajak kompromi.

Beda dengan Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Minimal kuasai kitab kuning dulu. Dan tidak semua ustadz yang banyak ceramah di youtube itu punya ilmunya. Kudu baca banyak kitab Tafsir karya para ulama. Pokoknya, mendapatkan SDM gurunya susahnya setengah mati. Maka mendirikan lembaga tahfizh itu subur menjamur dimana-mana. Salah satu faktornya karena semua bisa serba instan.

Ilmu Tafsir Sebuah Pengantar – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki bukuini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Buku Ilmu Tafsir Sebuah Pengantar Link Download