0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Ijma’ Sebagai Dalil Syar’i Ketiga – Tajun Nashr, Lc

Ijma’ Sebagai Dalil Syar’i Ketiga Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Ushul Fiqih yang menarik dan buku yang banyak di cari. Kata ushul fiqh adalah kata ganda yang terdiri dari kata “ushul” dan kata “fiqh”. Secara etimologi berarti “paham yang mendalam” kata ini muncul sebanyak 20 kali dalam Al-qur’an dengan arti pahan itu.

Segala puji benar-benar hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya. Memohon-mohon pertolongan padaNya. Meminta petunjuk-Nya. Mengharapkan ampunan-Nya. Kita berlindung dengan-Nya dari segala keburukan diri kita dan dari kemaksiatan amal-amal kita. Siapa yang mendapatkan petunjukNya, tidak akan ada yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan-Nya, tidak akan ada yang mampu menunjukinya. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada sang penyampai syariat, nabi besar Muhammad. Begitu juga kepada para keluarga, shahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Wa ba’du.

Perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan ulama dalam masalah hukum syar’i adalah hal yang biasa terjadi dan sangat wajar mengingat banyak faktor pendorongnya. Namun tidak selamanya mereka berbeda pendapat. Ada kalanya mereka pun bersatu dalam menyikapi masalah. Kesepakatan semua ulama dalam satu pendapat itulah yang disebut dengan Ijma’. Konsep ijma’ ini merupakan konsep yang cukup menarik. Di mana konsep ini muncul tatkala ummat Islam ditimpa musibah yang besar dengan wafatnya Rasulullah `. Setelah beliau wafat, maka otomatis wahyu pun terputus. Dengan demikian, ketika menghadapi persoalan-persoalan baru, terutama masalah-masalah pelik dibutuhkan solusi dan jalan keluar.

Untuk itulah atas inisiatif bersama mereka melakukan musyawarah bersama, di mana hasil dari musyawarah itu nantinya bisa dijadikan sebagai salah satu sumber hukum. Hal ini mengingat para sahabat adalah orang-orang pilihan yang meneruskan perjuangan Rasulullah ` demi menjaga eksistensi agama ini. Ijma’ adalah simbol persatuan ummat Islam, di mana melalui ijma’ ini Allah menjaga pokok-pokok agama Islam ini dari tangan-tangan usil yang ingin mengutak-atiknya. Sebab ada jaminan dari-Nya bahwasanya ummat Islam tidak mungkin tersesat dan jatuh ke dalam lubang kebinasaan ketika semuanya bersatu padu dalam satu pendapat. Selain itu, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Qudamah, ijma’ adalah dalil yang harus didahulukan dari dalil yang lain.

Karena ijma’ merupakan dalil yang tidak bisa dinaskh dan tidak multitafsir. Sebab ijma’ merupakan hasil akhir dari diskusi para mujtahid yang tentunya dibangun dari dalil-dalil lain, yang salah satunya adalah teks. Maka ketika ada ijma’ yang menyelisihi teks Al-Qur’an atau As-Sunnah, bisa dipastikan bahwa teks tersebut adalah teks yang sudah dinasakh atau teks yang multitafsir.

Ijma’ Sebagai Dalil Syar’i Ketiga – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Ijma’ Sebagai Dalil Syar’i Ketiga Link Download