0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Fiqih Menghadapi Wabah Penyakit – Isnan Ansory, Lc., M.Ag.

Fiqih Menghadapi Wabah Penyakit Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Shalat yang menarik dan buku yang banyak di cari. Pengertian shalat dari bahasa Arab As-sholah, sholat menurut Bahasa / Etimologi berarti Do‟a dan secara terminology/istilah, para ahli fiqh mengartikan secara lahir dan hakiki.

Segala puji benar-benar hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya. Memohon-mohon pertolongan pada-Nya. Meminta petunjuk-Nya. Mengharapkan ampunan-Nya. Kita berlindung dengan-Nya dari segala keburukan diri kita dan dari kemaksiatan amal-amal kita. Siapa yang mendapatkan petunjuk- Nya, tidak akan ada yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan-Nya, tidak akan ada yang mampu menunjukinya. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada sang penyampai syariat, nabi besar Muhammad. Begitu juga kepada para keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Wa ba’du,

Seorang muslim wajib meyakini bahwa setiap kejadian yang terjadi di alam semesta ini, tidaklah luput dari ketentuan Allah swt. Keyakinan ini merupakan salah satu dari enam rukun iman, yaitu iman kepada taqdir Allah swt Hanya saja, keyakinan ini bukan berarti seseorang kemudian lantas pasrah tidak memiliki kehendak untuk memilih. Sebab taqdir Allah atas manusia, dapat dibedakan menjadi dua. Yaitu taqdir yang manusia tidak dapat menolaknya dan taqdir yang manusia diberikan kehendak untuk memilih (ikhtiyar).

Pada QS. Al-Hadid ayat 22, Allah menegaskan bahwa apa yang terjadi di alam semesta, semuanya merupakan kehendak Allah yang mutlak, di mana manusia tidak bisa menolaknya. Konsep taqdir ini, dalam ilmu akidah disebut dengan taqdir kauni. Sedangkan pada QS. Al-Hadid ayat 23, Allah nenjelaskan bahwa manusia dapat terklasifikasikan menjadi dua kelompok dalam menyikapi taqdir kauni. Yaitu antara pihak yang terpuji dan pihak yang tercela. Pilihan yang ditetapkan Allah atas manusia ini, dalam ilmu akidah disebut dengan taqdir syar’i.

Atas dasar inilah, di tengah kondisi mewabahnya virus corana hari ini, seorang muslim wajib meyakini bahwa tertularnya seseorang ataupun tidak, itu semua atas dasar kehendak Allah swt. Dan jika Allah berkehendak, maka tidak akan seorangpun dapat jatuh ke dalam suatu bahaya jika telah ditetapkan bahwa ia akan diselamatkan.

Namun, taqdir Allah yang bersifat kauni ini merupakan suatu rahasia Allah yang tidak bisa diketahui manusia. Maka atas dasar ini, Allah swt memerintahkan kita untuk bertawakkal sekaligus memilih jalan terbaik dalam menghindari setiap keburukan. Dalam arti, seorang muslim beralih dari taqdir kauni menuju taqdir syar’i, dengan mengambil sebab-sebab keselamatan yang dibolehkan oleh syariah.

Fiqih Menghadapi Wabah Penyakit – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Fiqih Menghadapi Wabah Penyakit Link Download