0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Buku Bekal Ramadhan & Idul Fithri (5) : I’tikaf – Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc.,MAg.

Buku Bekal Ramadhan & Idul Fithri (5) : I’tikaf Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Puasa yang menarik dan buku yang banyak di cari. Dalam surah Al-Baqarah ayat 183, Allah, SWT memerintahkan kepada kita (Baca: Umat Muslim) “orang-orang yang beriman” untuk melakukan puasa Ramadhan sebagaimana juga telah diperintahkan kepada umat-umat terdahulu agar kita menjadi mulia/takwa.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt yang mengajarkan manusia ilmu pengetahuan, dan tidaklah manusia berpengetahuan kecuali atas apa yang sudah diajarkan oleh Allah swt. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada nabi besar Muhammad saw, sebagai pembawa syariat, mengajarkan munusia ilmu syariat hingga akhirnya ilmu itu sampai kepada kita semua.

Diantara hal terpenting dalam agenda ramadhan kita adalah i’tikaf disepuluh hari terakhir, ini berguna dalam rangka ‘memaksa’ diri untuk bisa lebih maksimal dalam ibadah ramadhan, terlebih bahwa semakin ke ujung Allah swt mempersiapkan pahala besar lewat hadirnya malam Lailatul Qadr. Buku kecil ini adalah karya kecil yang penulis tulis hadirkan guna menjawab perihal teknis i’tikaf di dalam fiqih Islam, walaupun penulis sadar bahwa buku ini masih jauh dari kesempurnaan, apa yang kurang mohon ditambahkan, apa yang salah boleh diingatkan, kepada Allah swt kita semua memohon ampun, dan kepada-Nya juga kita berharap segala

I’tikaf menjadi salah satu sunnah yang biasa dilakukan umat Islam di 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Hal itu dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya hingga meninggal dunia. Dalam hadist riwayat Ibnu Umar, Anas, dan Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa “Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasa beritikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sejak beliau tiba di Madinah sampai beliau wafat.”.

pengertian itikaf berdasarkan empat madzhab adalah pertama menurut Hanafi artinya berdiam di dalam masjid disertai dengan puasa dan niat itikaf ‘berdiam’. Kemudian, pengertian itikaf menurut madzhab Maliki adalah berdiamnya seorang Muslim yang mumayyiz di sebuah masjid yang boleh didatangi semua orang, diiringi dengan puasa sambil menjauhi jimak selama sehari semalam atau lebih dengan tujuan beribadah.

Menurut madzhab Syafi’i, itikaf adalah berdiamnya seseorang dengan kreterian khusus di dalam masjid dengan niat. Madzhab Hambali mengartikan itikaf sebagai berdiam di masjid untuk beribadah dengan tata cara tertentu sekurang-kurangnya selama sesaat, yang dilakukan seorang Muslim waras dan suci dari perkara yang mewajibkan mandi.

Sementara itu, tujuan I’tikaf adalah untuk menjernihkan hati dengan cara bermuraqabah kepada Allah, memusatkan diri untuk beribadah dalam waktu-waktu luang, dengan berkonsentrasi kepada ibadah tersebut dan kepada Allah. Umat Islam yang menjalankan itikaf juga harus melepaskan diri dari kesibukan duniawi, berserah diri kepada Allah agar mendapat perlindungan-Nya.

Buku Bekal Ramadhan & Idul Fithri (5) : I’tikaf – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Buku Bekal Ramadhan & Idul Fithri (5) : I’tikaf Link Download