0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Buku Bekal Ramadhan & Idul Fithri (4) : Batalkah Puasa Saya? – Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc.,MAg.

Buku Bekal Ramadhan & Idul Fithri (4) : Batalkah Puasa Saya? Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Puasa yang menarik dan buku yang banyak di cari. Dalam surah Al-Baqarah ayat 183, Allah, SWT memerintahkan kepada kita (Baca: Umat Muslim) “orang-orang yang beriman” untuk melakukan puasa Ramadhan sebagaimana juga telah diperintahkan kepada umat-umat terdahulu agar kita menjadi mulia/takwa.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt yang mengajarkan manusia ilmu pengetahuan, dan tidaklah manusia berpengetahuan kecuali atas apa yang sudah diajarkan oleh Allah swt. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada nabi besar Muhammad saw, sebagai pembawa syariat, mengajarkan munusia ilmu syariat hingga akhirnya ilmu itu sampai kepada kita semua.

Lewan lisan Rasulullah saw akhirnya semua kita tahu bahwa bulan Ramadhan adalah bulan terbaik sepanjang tahun, bulan yang penuh keberkahan, bulan yang didalamnya Allah swt melipatgandakan segala kebaikan, bulan yang didalamnya ummat Islam diwajibkan untuk berpuasa. Kata puasa adalah hasil terjamahan dari bahasa Arab yang diambil dari kata shaum atau shiyam. Dalam bahasa Arab kata shaum atau shiyam diartikan dengan imsak yang berarti menahan. Di dalam Al-Quran kata shaum menunjukkan makna lebih umum ketimbang shaum yang justru sering digunkan untuk menunjukkan makna yang lebih khusus; yaitu berpuasa dengan menaham makan dan minum.

Buku kecil ini sengaja ditulis setidaknya untuk membantu dalam menjawab ragam pertanyaan: Batalkah puasa saya? Walaupun buku yang kecil tidak bisa menjawab semuanya namun gambaran besarnya insya Allah bisa terjawabkan. Mula-mula didalam buku ini penulis menghadirkan beberapa kaidah yang pernah dijadikan landasan oleh para ulama untuk menilai sesuatu tersebut membatalkan puasa atau tidak, kemudian diberikutnya penulis berusaha menjelaskan hal yang disepakti bisa membatalkan puasa, kemudian disusul dengan hal yang tidak membatalkan puasa, serta ada beberapa hal sementara ini yang penulis dapatkan bahwa perkara yang diperdebatkan oleh para ulama; batal atau tidak. Diakhir penulis hadirkan beberpa kondisi dimana seseorang boleh membatalkan puasa bahkan sebagian dianjurkan untuk membatalkan puasa dan sebagian juga malah tidak disuruh untuk berpuasa sedari awal.

Mayoritas ulama dari madzhab Hanafi, Maliki dan Syafi’i menilai bahwa sekedar berniat membatalkan puasa tidak otomatis puasanya langsung batal, selama belum ada aktivitas ril yang dia lakukan untuk membatalkan puasanya. Berbeda dengan setelah berniat membatalkan puasa lalu dia makan martabak manis maka sudah otomatis batal, batalnya itu bukan karena niatnya melainkan karena aktivitas makannya itu.

Bekal Ramadhan & Idul Fithri (4) : Batalkah Puasa Saya? – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Bekal Ramadhan & Idul Fithri (4) : Batalkah Puasa Saya Link Download