0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Bahayakah Taklid Dalam Beragama? – Hanif Luthfi, Lc., MA

Bahayakah Taklid Dalam Beragama? Sobat BagiBuku, pada kesempatan ini kami akan memberikan buku-buku Ushul Fiqih yang menarik dan buku yang banyak di cari. Kata ushul fiqh adalah kata ganda yang terdiri dari kata “ushul” dan kata “fiqh”. Secara etimologi berarti “paham yang mendalam” kata ini muncul sebanyak 20 kali dalam Al-qur’an dengan arti pahan itu.

Segala puji benar-benar hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya. Memohon-mohon pertolongan padaNya. Meminta petunjuk-Nya. Mengharapkan ampunan-Nya. Kita berlindung dengan-Nya dari segala keburukan diri kita dan dari kemaksiatan amal-amal kita. Siapa yang mendapatkan petunjukNya, tidak akan ada yang menyesatkannya. Siapa yang disesatkan-Nya, tidak akan ada yang mampu menunjukinya. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada sang penyampai syariat, nabi besar Muhammad. Begitu juga kepada para keluarga, shahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Wa ba’du.

Taklid, barangkali bukan sebuah kata yang asing. Ada beberapa kalangan yang dengan gigih memerangi taklid, mengharamkannya, menganggap hal itu adalah salah satu sebab kemunduran umat Islam. Memerangi taklid memang terlihat bagus. Hanya saja kadang ada akibat buruk yang ditimbulkan. Sebagian lagi membolehkan taklid, karena kadar keilmuan antar satu orang dengan orang lain dalam beragama tidaklah sama.

Dari sekedar ajakan untuk meninggalkan Taklid, lama kelamaan semangat ini melewati garis batasnya, sehingga pada akhirnya bermuara kepada terbentuknya sebuah ‘dogma’ baru yang melenceng dari arah semula. Sayangnya dogma ini terlanjur ditelan bulat-bulat oleh generasi muda Islam tentang haramnya berTaklid. Dan bahwa berTaklid itu dianggap sebagai perbuatan tercela, terlarang, serta bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Bahkan yang lebih parah, saking kerasnya semangat anti Taklid ini digaungkan, sehingga bertaklid dianggap sebagai biang keladi kemunduran umat Islam selama beberapa abad belakangan ini.

Kata Taklid dalam bahasa Arab berasal terbentuk dari dari tiga huruf asalnya, yaitu qa-la-da. Dari segi bahasa, Taklid ini punya banyak makna. Di antaranya bermakna mengalungkan sesuatu ke leher, sebagaimana disebutkan dalam kitab Raudhatun Nadhir. “Menjadikan sesuatu pada leher orang lain sehingga melingkari leher itu”. Sedangkan kata qiladah artinya adalah kalung atau ikatan yang mengikat leher . Dan ungkapan taqlildul-budni sebagaimana disebutkan dalam kitab Lisanul Arab bermakna :” Mengikatkan suatu tanda pada leher ternak agar diketahui bahwa ternak itu untuk dijadikan sembelihan”.

Bahayakah Taklid Dalam Beragama? – Untuk sobat BagiBuku dimana saja berada yang ingin memiliki buku ini dalam bentuk file pdf bisa di download dengan mudah dan cepat melalui link yang sudah kami berikan.

Bahayakah Taklid Dalam Beragama? Link Download