0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Bagaimana Penampakkan Gerhana Matahari Cincin Di Indonesia Tahun 2020?

Di tahun 2020, banyak sekali kejutan yang tak terduga. mulai dari Corona sampai Gerhana. Mungkin pepatah habis gelap terbitlah terang, cocok untuk saat ini. Karena pada bulan juni, BMKG menyebutkan bahwa akan terjadi Gerhana Matahari Cincin.

BMKG menuturkan bahwa di Indonesia, gerhana ini tidak bisa dilihat secara keseluruhan.  Tetapi ada beberapa hal menarik dari fenomena ini, apa saja sih? Yuk kita simak

Apa yang menarik di GMC 2020?

Gerhana Matahari cincin ini akan terjadi pada hari minggu tanggal 21 Juni 2020, tepatnya pada bulan ini.

1.      Apa sih Gerhana Matahari  itu?

Jenis-jenis Gerhana Matahari, salah satunya adalah Gerhana Matahari Cincin. Sumber https://img.okezone.com/content/2017/02/28/56/1630335/kenali-empat-jenis-gerhana-matahari-0XrMC2FYLE.jpg

Selain menjelaskan mengenai kapan dan dimana terjadinya gerhana matahari cincin ini, BMKG juga menerangkan tentang proses terjadinya gerhana Matahari Cincin ini. Lalu apa sih gerhana matahari cincin itu?

Gerhana Matahari merupakan fenomena alam yang terjadi ketika cahaya Matahari terhalang oleh cahaya bulan, sehingga sinar yang seharusnya terpancar dari matahari ke bumi tidak sampai. Fenomena seperti ini akan terjadi karena efek dari pergerakkan matahari, bumi dan bulan, tetapi hal ini dapat diprediksi dan terjadi pada fase bulan baru.

Meski demikian, fenomena ini tidak akan selslu mendapatkan hasil yang sama. Berdasarkan bentuknya, terdapat beberapa jenis Gerhana Matahari. Salah satunya adalah Gerhana Matahari Cincin yang terjadi ketika matahari, bumi dan bulan berada pada garis yang sama atau satu garis. Saat itu akan terlihat dari bumi bahwa piringan bulan lebih kecil daripada piringan Matahari.

“Karena matahari terlihat lebih besar daripada bulan, maka akan ada bagian yang tidak tertutupi, sehingga membentuk gambar seperti cincin, yakni dipinggirnya terlihat terang dan bagian tengahnya akan terlihat gelap” tutur BMKG

“terdapat dua bayangan bulan yang terbentuk saat terjadi gerhana Matahari Cincin, yaitu antumbra dan penumbra. Wilayang yang terlewati oleh bayangan antrumbra, gerhana akan terlihat seperti GMC, sedangkan wilayang yang terkena bayangan penumbra, bayangan yang terlihat berupa Gerhana Matahari Sebagian” lanjut BMKG

2.      Wilayah yang terlewati jalur GMC

Ada dua jenis wilayah yang dilewati oleh jalur Gerhana Matahari Cincin, pertama adalah wilayah yang dapat melihat GMC secara keseluruhan, dan yang kedua adalah wilayah yang dapat mengamati GMC sebagian.

Wilayah yang dapat mengamati secara keseluruhan adalah Kongo, Sudan Selatan, Ethiopia, Yaman, Oman, Pakistan, India, Cina, dan Samudera Pasifik. Sementra Gerhana Matahari Sebagian dapat diamati di Afrika bagian Utara dan Timur, Asia, Samudera Hindia, sebagian negara Eropa, Australia bagian Utara, dan Samudera Pasifik.

Menurut BMKG di Indonesia hanya dapat melihat GMC sebelah kanan karena Indonesia merupakan wilayah Selatan jalur cincin Matahari jadi piringan bulan menutupi bagian kirinya.

Lihat juga https://bagibuku.or.id/berdamai-dengan-corona-ini-jawaban-ahli-psikologi/

Berdasarkan pengamatan BMKG, mereka mengumumkan bahwa Gerhana Matahari sebagian akan melewati beberapa wilayah Indonesia dengan total 432 Kota, dan kabupaten di 31 provinsi dengan magnitudo terentang antara 0,000 di Kepanjen, Jawa Timur sampai dengan 0,522 di Melonguane, Sulawesi Utara.

Adapun kota yang tidak dilewati oleh gerhana Matahari Cincin adalah dua kota di Bengkulu, tujuh kota di Lampung, sepuluh kota Jawa Tengah, dan tujuh kota di Jawa Timur, serta semua kota di Jawa Barat (terkecuali Indramayu), Banten, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta, dengan total 83 pusat kota.

BMKG menuturkan “kontak awal puncak gerhana matahari dan kontak akhirnya tidak akan ditampilkan, karena fase gerhana di kota-kota ini kemungkinan besar tidak akan teramati, penyebabnya adalah nilai magnitudo gerhananya kurang dari nol”

3.      Durasi GMC

BMKG juga menyampaikan kalau durasi gerhana yang akan terlihat di Indonesia yang paling panjang adalah di Sabang, Aceh  dan durasi paling pendek terjadi di Kapanjen Jawa Timur. Hal ini diprediksi dengan cara memeriksa perbandingan waktu disetiap kota, yakni waktu antara kontak akhir dan kontak awal gerhana.

“Durasi gerhana paling panjang akan terjadi di Sabang, Aceh, yaitu selama 2 jam 27 menit 11.1 detik, sedangkan durasi gerhana paling pendek yakni terjadi di Kapanjen Jawa Timur, dengan waktu selama 3 menit.17.1 detik” Tegas BMKG

Sudah siap melihat gerhana?

Eits, jangan lupa selagi terdapat fenomena alam  dan menikmati keindahannya.  Khususnya Gerhana Matahari ini, kita sebagai umat muslim pun dianjurkan untuk  melaksanakan shalat kusuf. Semata-mata hanya untuk memuja atas kekuasaan Allah Swt yang begitu menakjubkan. Enak bukan? Ketika menikmati fenomena alam, kita juga mendapatkan pahala.

Jangan ketinggalan info, masih ada banyak informasi yang disajikan dari bagibuku.or.id lho. Selain bisa berbagi kebaikan, kamu juga bisa berbagi kebahagiaan.

Tulis Komentar